Tentang Minyak Pelumas - 29 October 2008 - Berbagi Ilmu Dengan Merajut Hobby
Friday, 09 December 16, 2:36 PM
Welcome Guest | RSS
Main | Registration | Login
Site menu
News topics
Info Tentang Motor [22]
Safety Riding [5]
Artikel Umum [8]
Adu Banding (compare) [4]
Tips n Trik [3]
Tag Board
 
200
Our poll
Brand motor apa yang menurut anda paling bagus
Total of answers: 626
Login form
News calendar
«  October 2008  »
SuMoTuWeThFrSa
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
Search
Site friends
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Main » 2008 » October » 29 » Tentang Minyak Pelumas
Tentang Minyak Pelumas
0:40 AM

Ditinjau dari bahan dasarnya, oli dibedakan dua macam. Mineral dan sintetik. Base oil-nya sih masih tetap dari minyak bumi. Namun sintetis hasil pengolahan khusus dari mata rantai minyak bumi itu.

 “Mineral dibuat dari beberapa komponen seperti parafin dan siklo parafin. Sedang sintetis terbuat dari PAO (polyalpha olefin),” jelas Ir. Rizqon Fajar M.Sc, kepala Laboratorium Bahan Bakar, Pelumas dan Metrologi, Balai Termodinamika, Motor dan Propulsi BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).

Dalam standar international, menurut pria yang berkantor di Puspitek, Serpong Tangerang ini oli mineral dibagi dalam tiga kelompok. Grup 1, 2 dan 3. Makin tinggi angka, kualitas makin bagus. Nah, grup 4 dinamakan oli sintetis. “Kalau di sini produsen sering menyebut mineral grup 3 dengan nama semi sintetik. Padahal, tidak ada istilah tersebut,” ungkapnya.

Oli sintetis memiliki unjuk kerja yang lebih bagus. Juga tingkat oksidasinya lambat. Sehingga oli sedikit menguap. Lapisan film juga lebih bagus. Sehigga mengurangi tingkat gesekan antar komponen yang bergerak. “Sebaliknya oli mineral tingkat oksidasinya tinggi. Sehingga penguapannya lebih banyak dan cepat,” jelasnya. 

Sanusi Jafar, Technical Support PT Agip Lubrindo Pratama ikut berkomentar. Membedakan proses pembuatan oli mineral dan sintetik. “Mineral merupakan salah satu produk yang diperoleh dari hasil tambang. Produk lainnya, bensin, lilin. Sedangkan, sentetik merupakan proses dari sistem polimerisasi yang menghasilkan PAO,” jelas pria berkantor di Lt. 2 Gedung Bimantara, Jl. Kebon Sirih, No. 17-19, Jakarta Pusat.

 Dari sisi mutu oli sintetik lebih bagus dibanding mineral. Oksidasi oli sintetik lebih tinggi dibanding mineral. Sehinga, tingkat penguapan oli sintetik lebih sedikit dibanding mineral.

 Menurut Sanusi, sulit bagi awam membedakan keduanya secara fisik. Kecuali seorang yang telah terbiasa dengan oli, lewat penciuman akan mengetahui apakah oli itu mineral atau sintetik. “Sebab, row material (bahan mentah) oli memiliki ciri khas wangi. Ini pun akan sulit sebab, sekarang sudah banyak aditif yang menambahkan pewangi,” jelasnya.

 Paling memungkinkan melihat viskositas index (VI). Rentang VI oli mineral antara 100-110. Sedangkan VI sintetik di atas 140. Spek ini wajib dicantumkan oleh produsen.

Semoga bermanfaat
 

Source: postingan bro Ossa-Nih di milis Bajaj_pulsar_Indonesia@yahoogroups.com

Category: Artikel Umum | Views: 1114 | Added by: anakmotor | Rating: 0.0/0 |
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Registration | Login ]
Powered by uCozCopyright MyCorp © 2016