Bahaya Mengancam di Jalan Berlubang - 29 October 2008 - Berbagi Ilmu Dengan Merajut Hobby
Friday, 09 December 16, 2:37 PM
Welcome Guest | RSS
Main | Registration | Login
Site menu
News topics
Info Tentang Motor [22]
Safety Riding [5]
Artikel Umum [8]
Adu Banding (compare) [4]
Tips n Trik [3]
Tag Board
 
200
Our poll
Brand motor apa yang menurut anda paling bagus
Total of answers: 626
Login form
News calendar
«  October 2008  »
SuMoTuWeThFrSa
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
Search
Site friends
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Main » 2008 » October » 29 » Bahaya Mengancam di Jalan Berlubang
Bahaya Mengancam di Jalan Berlubang
0:47 AM

Setiap tahun, jumlah kendaraan bermotor (mobil dan sepeda motor) terus meningkat. Pertumbuhannya mencapai 400 ribu unit per tahun (mobil) dan sekitar 4,5 juta unit per tahun (sepeda motor). Setiap satu motor, kini dipakai sekitar 4-6 orang. Artinya, hampir setiap satu keluarga (rumah) selalu memiliki sepeda motor.

 

Jumlah kendaraan yang terus meningkat itu, sayangnya tidak diimbangi dengan jumlah infrastruktur (jalan) yang baik. Akibatnya, kemacetan terjadi di mana-mana, terutama Jakarta.

 

Harus diakui, banyak pemilik kendaraan yang masih kurang terampil dalam mengendarai sepeda motor. Kebutuhan yang mendesak akan transportasi yang murah dan cepat mengakibatkan banyak orang memaksakan diri untuk memiliki sepeda motor, walaupun kurang cakap dalam berkendaraan. Surat Ijin Mengemudi (SIM) pun mereka dapatkan dengan cara yang instan, tanpa melalui ujian.

 

Sejumlah persoalan di atas berdampak terhadap tingkat kecelakaan kendaraan bermotor yang relatif tinggi. Sepanjang tahun 2007 silam, berdasarkan data Lantas Polda Metro Jaya, jumlah kecelakaan di Jakarta mencapai 5.154 kejadian. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 4.407 kejadian. Namun demikian, tentu patut disyukuri, karena jumlah korban meninggal dunia berhasil diturunkan dari 1.128 korban meninggal menjadi 999 korban.

 

''Polda Metro Jaya bersama-sama dengan masyarakat seperti produsen kendaraan bermotor, komunitas (klub) kendaraan, sekolah, perguruan tinggi, tukang ojek dan lainnya, berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dengan cara mengampanyekan berkendaraan yang baik dan benar. Istilahnya Safety Riding,'' kata Kasi Dikmas Dirlantas Polda Metro Jaya, Kompol Warsinem, beberapa waktu lalu.

 

Masih merujuk data Polda Metro Jaya, dari angka kejadian itu, usia pelaku pelanggaran (kecelakaan), didominasi usia produktif, yaitu 21-30 tahun. Angkanya mencapai 1.444 orang. ''Karena itu, kami menghimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan saat berkendaraan. Patuhi rambu-rambu lalu lintas dan berkendaraanlah dengan baik dan benar,'' ajak Warsinem.

 

Dengan makin tingginya jumlah pelaku berusia produktif, Warsinem berharap, lembaga pendidikan memasukkan pelajaran tentang aturan lalu lintas dan tehnik berkendaraan yang baik dan benar dalam kurikulum. ''Usia pelaku dan korbannya makin memprihatinkan. Karenanya, jika materi tersebut bisa masuk, setidaknya sebagian masyarakat mengenal tentang peraturan lalu lintas dan mengerti cara berkendaraan yang baik dan benar,'' jelasnya.

 

Warsinem menyatakan, dari berbagai kecelakaan yang ada, ada tiga faktor utama penyebabnya, yaitu manusia (pengendara), kendaraan dan lingkungan. Dari tiga faktor utama tersebut, diklasifikasikan lagi menjadi 15 penyebab.

 

Untuk faktor manusia, kata Warsinem, penyebabnya antara lain karena lengah, tidak terampil, mengantuk, mabuk, lelah, tidak tertib dan berkendaraan dengan menggunakan handphone. Angkanya mencapai 4.229 kali (2007) dibandingkan dengan tahun 2006 sebanyak 3.092 kali.

 

Adapun untuk faktor kendaraan, penyebabnya adalah rem, ban, kemudi, lampu, dan kendaraan tidak laik jalan. Jumlah kejadiannya sebanyak 580 kali, atau mengalami penurunan dibandingkan tahun 2006 sebanyak 823 kali. ''Sedangkan faktor lingkungan, penyebabnya adalah jalan berlubang, rusak dan licin,'' ujarnya. Jumlahnya, jelas ibu dua anak ini, mencapai 345 kali, atau turun dari tahun lalu sebanyak 492 kali.

 

Warsinem menegaskan, dari berbagai jenis penyebab kecelakaan tersebut, pengendara yang tidak terampil berkendaraan dan kecelakaan karena jalanan berlubang, menempati urutan teratas dari semua kecelakaan yang ada. Karena itu, pihaknya mengharapkan peran serta Pemerintah Daerah, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memperhatikan infrastruktur jalan yang kini banyak berlubang akibat hujan lebat.

 

Untuk mengurangi tingkat kecelakaan ini, Dirlantas Polda Metro Jaya, bersama-sama dengan produsen kendaraan bermotor seperti Astra Honda Motor (AHM) dan Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) mengampanyekan pentingnya berkendaraan yang baik dan benar melalui pelatihan Safety Riding yang berkelanjutan, mulai dari anak sekolah hingga tukang ojek.

 

Polda Metro Jaya sendiri, kini menyiapkan 13 program pelatihan berkendaraan yang baik dan benar untuk masyarakat ini. Di antaranya, Safety Riding Goes to School/Campus, Polisi Mitra Masyarakat dan pembuatan area pelatihan berkendara.

 

Yamaha menggelar sejumlah kegiatan untuk mengampanyekan keselamatan berkendara ini. Vice President YMKI, Dyonisius Beti mengungkapkan, mengurangi tingkat kecelakaan berkendaraan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab dan kesadaran semua pihak. ''Mulai dari produsen kendaraan bermotor, pemerintah, konsumen dan lembaga terkait harus memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan berlalu lintas yang baik,'' paparnya.

 

Begitu juga dengan Honda. Pabrikan berlogo sayap ini, secara konsisten mengampanyekan keselamatan berkendaraan. Pekan silam, saat perayaan ke-20 juta unit di Parkir Barat, Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, AHM meluncurkan program Honda Safety in Action (HSA).

 

Executive Vice President AHM, Siswanto Prawiroatmodjo mengungkapkan, HSA ditujukan untuk memberikan edukasi para pengendara motor mengenai keselamatan berkendaraan. ''Edukasi Safety Riding sangat penting, mengingat angka kecelakaan makin tinggi. Kecelakaan terjadi tidak hanya oleh kondisi kendaraan dan jalan raya yang tidak baik, tapi juga faktor pengendaranya sendiri karena tidak terampil,'' jelas Siswanto.

 

''Kami akan secara kontinyu mengampanyekan keselamatan berkendaraan ini kepada masyarakat,'' tegas Presdir AHM, Miki Yamamoto.

 

Source: Republika.co.id

Category: Safety Riding | Views: 541 | Added by: anakmotor | Rating: 0.0/0 |
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Registration | Login ]
Powered by uCozCopyright MyCorp © 2016